Timika (SinarPapua.com) – Tim gabungan TNI Polri, Rabu (9/1) pukul 09.15 Wit, melakukan pengecekan langsung di Distrik Mimika Barat Tengah dan Distrik Amar Kabupaten Mimika, Papua terkait informasi adanya warga terkena muntaber. Rombongan langsung dipimpin Danrem 174/ATW Merauke Brigjend Inf. Agus A. Rauf tiba di Kampung Kawar Distrik Amar menggunakan Helikopter milik TNI – AL, dan melakukan pendaratan dilapangan umum Distrik Amar yang berada diperbatasan antara Kampung Kawar dan Kampung Manuare Distrik Amar, setiba di lokasi tersebut, rombongan langsung disambut dengan Tari-Tarian Adat Suku Kamoro oleh perwakilan masyarakat dari 3 Kampung Distrik Amar.

Rombongan itu di ikuti Dandim 1710 Mimika Letkol Inf. PL. Nainggolan, Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, Danlanal Letkol Alyadi, Kabag Ops Polres Mimika AKP. Andika Aer.

Pukul. 11.50 wit, tim yang diutus untuk melakukan pengecekan di Kampung Mupuruka, Kampung Uta dan Kampung Wakia Distrik Mimika Barat Tengah, tiba kembali ke Kampung Kawar Distrik Amar dan melaporkan hasil pengecekan yang disampaikan langsung oleh Lettu Inf. Samsul Bahri kepada Danrem dan menyampaikan bahwa hasil pengecekan di Kampung Mupuruka, Kampung Uta dan Kampung Wakia tidak ditemukan masyarakat yang mengalami penyakit muntaber seperti berita yang tersebar dimedia cetak dan elektronik.

“Hasil pengecekan yang kami dapatkan adalah memang saat ini ada beberapa masyarakat yang mengalami sakit, namun jenis penyakit yang diderita masyakat tersebut beragam yakni ada yang memderita sakit malaria, demam, dan sakit perut,” kata Lettu Inf. Samsul Bahri

Pada kesempatan itu, tim gabungan TNI Pokri langsung menyerahkan bantuan obat-obatan dan bantuan berupa uang tunai dari Kapolres Mimika kepada masyarakat Distrik Amar yang diserahkan secara simbolis oleh Danrem.

Pukul 12.15 Wit, rombongan Danrem 174/ATW Merauke kembali ke Timika menggunakan Helikopter milik TNI -AL.

Sebelumnya di beritakan, salah satu staf Distrik Mimika Barat Tengah memberikan informasi kepada media melalui pesan singkat bahwa di kedua distrik tersebut bahwa telah terserang penyakit muntaber. Saat dilakukan pengecekan bahwa informasi tersebut dinyatakan tidak benar karena tidak ditemukan warga mengalami muntaber.

Dari keterangan yang didapat di lapangan, berita yang beredar diduga dilakukan oleh oknum masyarakat, dikarenakan ketidak puasan oleh sebagian besar masyarakat Distrik Mimika Barat Tengah, terhadap pelayanan tim medis Puskesmas Wakia, terutama oknum kepala Puskesmas Wakia yang sangat jarang berada ditempat, sehingga sangat mempengaruhi pelayanan tim medis terhadap pasien di Distrik tersebut.
Keinginan masyarakat di Distrik Mimika Barat Tengah untuk mendapatkan perhatian khusus dibidang kesehatan, yakni pelayanan tim medis terhadap masyarakat atau para pasien yang memeriksakan diri di Puskesmas Wakia, terutama kelengkapan jenis obat-obatan dan peralatan medis sehingga dapat melayani pasien yang mengalami sakit penyakit, dan tidak sampai harus dirujuk ke Timika karena jarak tempuh yang cukup jauh yang harus melewati jalur laut maupun sungai, dengan perhitungan cuaca maupun kondisi air laut yang memungkinkan.

Selain itu, agar para tim medis atau perawat (Suster dan Mantri) yang bertugas di Puskesmas Wakia mendapatkan perhatian khusus, guna mendukung kelancaran pelayanan medis terhadap masyarakat atau pasien di Distrik Mimika Barat Tengah. (Red)

                                                                                      

LEAVE A REPLY