Timika (SinarPapua.com)  – Anggota DPRD Kabupaten Mimika Daerah Pemilihan II Antonius Kemong melakukan reses kerja bulan Desember 2018 bersama dengan masyarakat Distrik Mimika Baru Senin (3/12/). Dalam kegiatan itu warga Distrik Miru meminta agar segera membangun perumahan untuk warga.

Selain itu, Antonius Kemong juga mendapat usulan warga agar sejumlah jalan lorong menuju perumahan warga dapat di aspal.

Salah seorang warga Distrik Miru, David Onoyoma menyampaikan, pembangunan perumahan bagi warga menjadi kebutuhan yang mendesak. Menurutnya, banyak warga yang tinggal dalam satu rumah terdiri 3 sampai 4 kepala keluarga, bahkan ada yang lebih.

David meminta agar DPRD membantu dan memperhatikan dengan serius masalah tersebut. Dengan adanya program pembangunan perumahan untuk warga dengan menggunakan Data Otonomi Khusus (Otsus) program ini seharusnya warga dapatkan dan rasakan.

“Anggaran yang besar harusnya dapat mengakomodir permintaan permintaan kami. Yang tidak mempunyai rumah akan di data akan diberikan kepada DPRD dan disampaikan kepada pemerintah. Kami warga sudah punya tanah, untuk membangun kami tidak mempunyai uang. Tidak hanya itu, rumah yang sudah ada agar dibantu pemerintah untuk di renovasi karena sudah rusak,” katanya.

“Kita juga minta jalan lorong ke rumah warga di kawasan selamat datang bisa segera diaspal,” tuturnya.

Usulan lainnya, kata David, agar dibuat jalan mulai dari Selamat Datang, jalan cenderawasih hingga tembus ke uskupan di pasar baru.

“Hingga kini rencana tersebut belum teralisasikan dan masih dalam tahap perencanaan hingga saat ini,” ujarnya.

Sementara warga lainnya Elen Kelanangame menyampaikan, daerah perbatasan itu harus dibuat dengan jelas. Harus dilihat dengan baik dan dapat dibuat kampung. Batas wilayah itu penting adanya agar dapat dilakukan pembangunan. Selain itu, pemekaran Kampung harus diusulkan agar dilakukan segera.

“Warga ingin agar pemakaran kampung dapat segera di lakukan,” katanya.

Elen mengusulkan, pengaspalan jalan gang komodo dan pelebaran jalan di distrik Akimuga. Selain itu juga, warga meminta agar di lakukan penimbunan jalan baru di jalan D kemong yang berlokasi di jalan kilo 7 kantor Penanggulangan AIDS. “Selama ini jalan tersebut belum dikerjakan,” ujarnya.

Menanggapi permintaan warganya, Antonius Kemong mengatakan, apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat akan segera ditampung pada pembahasan anggaran tahun 2019 dan di dorong agar dapat diakomodir.

“Kita akan tampung aspirasi warga. Kita DPRD akan mendorong aspirasi tersebut pada pembahasan anggaran,” ujarnya.

Kemong menyampaikan, dalam menyerap aspirasi masyarakat, DPRD melakukannya dengan kegiatan reses. Dari hasil reses tersebut di usulkan ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dengan harapan hasil reses tersebut dapat menjadi pokok pikiran anggota DPRD. Namun, hal ini tidak pernah terealiasasi dengan alasan belum ada master plan.

“Laporan reses tersebut merupakan aspirasi dari masyarakat. Sehingga perlu untuk direaliasikan. Dengan tidak terealisasinya setiap hasil reses selama ini, maka masyarakat beranggapan bahwa percuma dilakukan reses karena tidak pernah terealisasi,” kata Kemong

“Reses di bulan desember ini harus menjadi perhatian khusus oleh pemerintah Daerah. Kita sebagai DPRD merasa malu dengan setiap hasil reses tidak pernah terealisasi,” tambahnya. (Tom)

LEAVE A REPLY