Timika (SinarPapua.com) – Beredarnya video yang berdurasi kurang lebih 5 menit tujuh detik yang menunjukan tentang adanya seorang ibu dan anak-anak sedang membakar logistik Pemilu di depan Kantor Distrik Tingginambut Kabupaten Puncak Jaya belakangan ini langsung di klarifikasi PPD dan Panwas Tingginambut Kabupaten Puncak Jaya.

Menurut Ketua PPD Tingginambut Ekison Wanimbo dan Ketua Panwas Utius Game, Distrik Tingginambut pada Rabu (17/4) pekan kemarin telah melaksanakan pemilihan sesuai waktu yang ditetapkan secara nasional dengan aman. Hasil Pemilu itu selanjutnya digeser ke Kabupaten untuk dilakukan rekapitulasi suara dengan meninggalkan kotak suara.

“Berita acara tingkat PPD, C1 plano, C1 KWK serta rekapan penting lainnya semuanya kita sudah amankan. Pada saat ini kami sedang melakukan rekapan, yang kami tinggalkan hanya kertas-kertas yang sudah tidak dibutuhkan lagi. Sekali lagi kami tegaskan berita yang keluar di media sosial itu tidak benar,” tegas Ketua PPD Ekison Wanimbo yang di iyakan Ketua Panwas Distrik Tingginambut (24/4).

Kata Ketua PPD, informasi yang tersebar dimedia sosial bahwa di Distrik Tingginambut tidak melaksanakan Pemilu itu tidak benar.

Perlu diketahui bahwa di Distrik Tingginambut Pemilu sudah selesai dilaksanakan dengan aman dan sudah ada hasilnya tanggal 17 April 2019. Di Distrik Tingginambut pemilu dilaksanakan dengan Sistem Noken/ Ikat sehingga masyarakat diwakili Kepala Suku. Pelaksanaan rekapitulasi suara di tingkat PPD sampai nanti di tingkat Kabupaten tidak ada masalah, berjalan dengan aman, baik dan lancar.

Terkait dengan dokumen pemilu, semua dokumen penting sudah diamankan dan sekarang berada di kantor KPU Mulia Kabupaten Puncak Jaya. Adapun dokumen yang telah diamankan yakni :
a.Dokumen pleno;
b. Formulir C 1 KWK;
c. Rekapitulasi perhitungan suara;
d. Berita acara perhitungan suara tingkat Distrik.

Dokumen yang dibakar oleh masyarakat di depan Kantor Distrik Tinggi Nambut adalah sisa- dokumen-dokumen Pemilu yang sudah tidak dibutuhkan lagi, dan sudah dibuatkan Berita Acara pemusnahannya hal ini dilakukan adalah untuk mencegah penyalahgunaan dokumen sisa pemilu.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH mengatakan bahwa saat ini Polda Papua melalui Subdit Siber Dit Reskrimsus Polda Papua masih melakukan penyelidikan siapa yang menyebarkan video tersebut, tidak hanya yang menyebarkan, yang membuat video tersebut saat ini masih dilakukan penyelidikan.

Dihimbau kepada masyarakat yang ada di Tanah Papua terkait Media sosial untuk tidak melakukan postingan-postingan yang mencederai serta melanggar hukum dan saat ini juga kami pihak polda papua terus dan terus melakukan pemantauan melalui tim siber, apabila ditemukan hal-hal ataupun postingan hingga meme akan kami lakukan tindakan hukum sesuai UU ITE. Untuk itu kami ingatkan kembali agar seluruh masyarakat dapat kiranya menggunakan media sosial dengan baik dan bijak. (Red)

LEAVE A REPLY